Olahraga Secara Teratur Bisa Lebih Kreatif

happy-woman-after-run

Zaman sekarang ini, banyak pekerjaan yang menuntut seseorang untuk berpikir secara kreatif. Sebagian besar orang mengira bahwa kreativitas adalah bakat, padahal kreativitas bisa ditempa. Percaya atau tidak, salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas adalah dengan berolahraga secara teratur!

Penelitian yang dipublikasikan di Journal Frontiers In Human Neuroscience menemukan bahwa orang yang berolahraga secara teratur lebih kreatif. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk berpikir secara fleksibel, tetapi hanya jika dilakukan secara teratur.

‘Facebook’ Bisa Mengganggu Pola Makan ?

woman-laptop-frustrated

Suka menghabiskan waktu melihat-lihat foto di Facebook? Hati-hati mengalami eating disorder!

Para dokter mengemukakan bahwa remaja perempuan yang menghabiskan waktu melihat-lihat foto di Facebook lebih cenderung memiliki masalah body image yang dapat mengakibatkan eating disorder.

Masalah utamanya bukan terletak pada waktu yang dihabiskan untuk jejaring sosial, tetapi waktu yang dihabiskan untuk melihat foto-foto di dalamnya, termasuk melihat album foto orang lain. Semakin mereka melihat foto di Facebook, mereka semakin cenderung untuk merasa lebih gendut atau memiliki bentuk tubuh yang jelek. Hasilnya, mereka mengalami masalah terhadap body image dan dapat mengakibatkan anorexia dan eating disorder lainya seperti yang dikemukakan oleh peneliti dari American University, Washington.

Sulit Menghindari Cokelat ? Tandanya Otak Anda Sudah Dirancang Untuk Itu

woman-bite-chocolate-bar

Pernahkah tidak bisa berhenti mengemil cokelat sedangkan teman di sebelah Anda bahkan justru tidak suka menyentuhnya? Hal ini ternyata wajar dan tidak ada yang salah di diri Anda. Ilmuwan menemukan bahwa beberapa orang memang “dirancang” untuk menyukai rasa cokelat.

Peneliti dari Italia menemukan bahwa ada orang yang menyukai makanan manis daripada orang lain karena dapat memberikan euphoria pada pusat kesenangan otak. Sebaliknya, ada juga orang yang tidak menyukai makanan yang tidak sehat sehingga lebih mudah untuk menolaknya.

Peneliti dari Institute of Clinical Physiology di Pisa mempelajari reaksi otak terhadap sekelompok orang ketika memakan cokelat. Selain itu, reaksi mereka juga dimonitori saat ditunjukkan gambar kue cokelat. Hasilnya, ditemukan bahwa otak orang bereaksi angat berbeda terhadap stimulant tersebut.