Sulit Menghindari Cokelat ? Tandanya Otak Anda Sudah Dirancang Untuk Itu

woman-bite-chocolate-bar

Pernahkah tidak bisa berhenti mengemil cokelat sedangkan teman di sebelah Anda bahkan justru tidak suka menyentuhnya? Hal ini ternyata wajar dan tidak ada yang salah di diri Anda. Ilmuwan menemukan bahwa beberapa orang memang “dirancang” untuk menyukai rasa cokelat.

Peneliti dari Italia menemukan bahwa ada orang yang menyukai makanan manis daripada orang lain karena dapat memberikan euphoria pada pusat kesenangan otak. Sebaliknya, ada juga orang yang tidak menyukai makanan yang tidak sehat sehingga lebih mudah untuk menolaknya.

Peneliti dari Institute of Clinical Physiology di Pisa mempelajari reaksi otak terhadap sekelompok orang ketika memakan cokelat. Selain itu, reaksi mereka juga dimonitori saat ditunjukkan gambar kue cokelat. Hasilnya, ditemukan bahwa otak orang bereaksi angat berbeda terhadap stimulant tersebut.

Wanita Tidak Memedulikan Berat Badannya Ketika Bahagia

number-scales

Banyak orang yang bergurau bahwa wanita yang sudah menikah pasti jadi gendut. Hal ini ternyata bisa saja terjadi! Suatu penelitian menemukan bahwa wanita yang bahagia dengan hubungan asmara tidak memedulikan berat badan. Ditemukan bahwa sikap seorang wanita terhadap berat badannya lebih disebabkan oleh seberapa bahagia dengan hidupnya dibandingkan dengan angka di timbangan.

Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 250 wanita berusia 20 sampai 45 tahun. Sekitar dua pertiga tinggal dengan pacar mereka dan sisanya telah menikah. Mereka kemudian diminta menjawab beberapa pertanyaan mengenai hubungan asmara, termasuk seberapa puas secara emosional, seksual, dan intelektual serta seberapa banyak kesamaan hobi mereka dengan suami atau pacar. Selain itu, ditanyakan juga seberapa puas mereka dengan berat badan mereka dan berapa berat badan ideal mereka.

Mitos ‘Sunat’ yang Salah Kaprah

man-in-bed

Anda belum disunat karena takut mengganggu performa seks? Salah besar! Penelitian terbaru mengemukakan bahwa sunat tidak berpengaruh terhadap performa seks.

Peneliti dari Australia menganalisis lebih dari 40 penelitian dan menyimpulkan bahwa prosedur tersebut tidak memiliki dampat kerhadap sensitivitas atau kepuasan. Memang, sebelumnya banyak penelitian yang mengemukakan dampak negatif dari sunat. Akan tetapi, penelitian terbaru ini mempertanyakan kereliabilitasannya karena ditemukan banyak “cacat” yang ditemukan dari penelitian-penelitian tersebut.